YOGYAKARTA, BELAJARMENULISDANLITERASI.BLOG | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai kota studi yogyakarta - solo (IPMANAPANDODE JOGLO) bersama Aliansi Mahasiswa Papua Keluarga Kawanua (KK) Yogyakarta menyatakan 9 pernyataan sikap.
Semenjak bangsa Papua di aneksasi 1 mei 1963 ke dalam bingkai NKRI. Sampai saat ini masif terjadi pelanggaran HAM berat diatas tanah Papua. semua pelanggaran HAM di atas tanah Papua negara Indonesia tidak pernah menyeselesaikan dengan hukum yang berlaku.
tepat tanggal 31 Maret 2026, militer yang melakukan aksi pembunuhan brutal yang menyakitbakan 4 warga sipil meninggal dunia kategori lansia dan remaja yang lainnya mengalami luka berat hingga sampai sampai saat ini situasi belum kondusif
Maka dengan ini kami; IKATAN PELAJAR dan MAHASISWA NABIRE, PANIAI, DOGIYAI DEIYAI JOGJA-SOLO DAN ALIANSI MAHASISWA PAPUA KK YOGYAKARTA Mengatakan sikap:
1. Komnas Ham, pemerintah propinsi Papua tengah, Kapolda Papua Tengah dan porles kabupaten dogiyai segera bentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas rangkain konlik yang terjadi di dogiyai.
2. Pemerintah kabupaten dogiyai dan Kapolres kabupaten dogiyai segera hentikan serangan terhadap warga sipil dan lakulan pendektan secara humanis
3. Kami meminta militer yang terbukti melakukan pelanggaran ham terhadap masyarakat sipil di berikan hukuman yang setimpal dan adil tampah perlakuan khusus
4. Kami meminta kepada pemerintah kab dogiyai dan porles kab dogiyai harus transparansi dalam penyelidikan pelaku penembakan tanpa impunitas
5. Kapolres kab dogiyai mince mayor hentikan meminta bantuan personil dari kabupaten ataupun, provinsi Papua Tengah karena dengan penambahan personil akan perpanjangan konflik
6. Polda Papua Tengah segera copot jabatan Kapolres dogiyai (mince mayor) secara tidak terhormat
7. Negara Indonesia segera tarik militer organik dan non-organik di dogiyai dan di seluruh tanah Papua Barat
8. hentikan kriminalisasi terhadap mahasiswa Papua di yogjakarta
9. Polda Papua Tengah Hentikan pembungkaman ruang demokrasi dan opini yang tidak sesuai fakta
10. Berikan hak
menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat sebagai solusi demokratis
Editor : John Keiya
Reporter : Mahasiswa IPAMANAPANDODE JOGLO dan AMP KK Yogyakarta


kritik, saran dan masukan sangat terima